Seorang anggota DPRD Pariaman, Sumatera Barat dari Partai Gerindra Harpen Agus Bulyandi ternyata tidak menggunakan gajinya selama menjabat sebagai wakil rakyat di daerah itu untuk perluan pribadi tapi untuk meningkatkan agama generasi muda.
Gajinya tersebut digunakannya untuk operasional Istana Tahfidz Fastabiqul Khairat dari Yayasan Leadership Islamic Center yang mana dia merupakan pembina di yayasan tersebut.
Setidaknya gaji dan tunjangnnya yang sebesar Rp40 juta perbulan digunakannya untuk membayai operasional rumah tahfidz yang santrinya untuk angkatan I berjumlah 36 orang dari kalangan keluarga miskin.
"Hal ini sejalan dengan tujuan yayasan dibentuk yaitu selain untuk membentuk karakter islami generasi muda di Pariaman juga karena harga pendidikan yang mahal sehingga menyulitkan orang miskin, makanya kami hanya menerima kaum dhuafa," kata Harpen Agus Bulyandi saat Wisuda Tahfidz Istana Tahfidz Fastabiqul Khairat Angkatan I dari Yayasan Leadership Islamic Center (HaB) di Pariaman, Minggu (16/10).
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Genius Umar mendorong pertumbuhan rumah tahfidz gratis yang dilaksanakan oleh yayasan di daerah itu guna menciptakan generasi muda penghafal Al-Quran karena sesuai dengan program unggulan pihaknya yaitu menggerakkan MDTA, MDW, MDU dan Read Al-Quran Center dari pemerintah kota.
Menurutnya yang dilakukan anggota DPRD tersebut merupakan wujud pembangunan daerah di bidang agama dari masyarakat dan DPRD.
Apa lagi penghafal Al-Quran merupakan orang-orang mulia sehingga siapapun harus membantu menyediakan wadah dan fasilitas yang layak untuk mereka untuk memperdalam ilmu agama.
