Pembagian Karya Sastra

 


Sastra tidak saja menghasilkan tiga jenis karya yaitu puisi, prosa, dan drama. Anggapan itu karena ketiga jenis karya tersebut yang mengandung unsur-unsur kesusastraan secara dominan yaitu fiksi, imajinasi, dan rekaan. Namun dalam perkembangan sastra akhir-akhir ini mulai terjadi pembatasan yang tipis antara khayalan dan kenyataan sehingga mulai pembahasan terkait pembangian sastra lainnya.


     Dalam perkembangan sastra, karya sastra dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu sastra imajinarif dan non-imajinatif. Sastra imajinatif mempunyai ciri-ciri isinya bersifat khayal, menggunakan bahasa yang konotatif, dan memenuhi syarat-syarat estetika seni. Bentuk karya yang termasuk karya sastra imajinatif yaitu puisi (epik, lirik, dan dramatik), prosa fiksi (novel, cerpen, roman), dan drama (drama prosa dan drama puisi). 

      Sedangkan sastra non-imajinatif mempunyai ciri-ciri isinya menekankan unsur faktual/faktanya, menggunakan bahasa yang cenderung denotatif, dan memenuhi unsur-unsur estetika seni. Bentuk karya sastra yang termasuk sastra non-imajinatif adalah sebagai berikut.

       1. Esai, adalah karangan pendek tentang suatu fakta yang dikupas menurut pandangan pribadi penulisnya.
       2.Kritik, adalah analisis untuk menilai suatu karya seni atau karya sastra.
       3.Biografi, adalah cerita tentang hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
       4. Otobiografi, adalah biografi yang ditulis oleh tokohnya sendiri.
       5. Sejarah, adalah cerita tentang zaman lampau suatu masyarakat berdasarkan sumber tertulis maupun tidak tertulis.
       6. Memoar, adalah otobiografi tentang sebagian pengalaman hidup saja.
       7. Catatan harian, adalah catatan seseorang tentang dirinya atau lingkungannya yang ditulis secara teratur.
      
       Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa ada kesamaan antara sastra imajinatif dan non-imajinatif yaitu pada masalah estetika seni. Unsur estetika seni meliputi keutuhan (unity), keselarasan (harmony), keseimbangan (balance), fokus/pusat penekanan suatu unsur (right emphasis). Sedangkan perbedaannya terletak pada isi dan bahasanya. Isi sastra imajinatif sepenuhnya bersifat khayal/fiktif, sedangkan isi sastra non-imajinantif didominasi oleh fakta-fakta. Bahasa sastra imajinatif cenderung konotatif, sedangkan bahasa sastra non-imajinatif cenderung denotatif.




Daftar Pustaka

Luxemburg,Jan van, Mieke Bal, dan Willem G. Weststeijn. 1992. Pengantar Ilmu Sastra.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sumardjo,Jakob, dan Sauni K.M. 1988. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta : Gramedia.

Supeksa, Ketut. 2015. Unsur Pembentuk Karya Sastra New. http://www.pecintaipa.info/2015/12/unsur-pembentuk-karya-sastra-new.html. Diunduh pada 6 November 2017.



Sumber Foto

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSWQNfyXIOtZj4bSS6gZh2xyjRc4bc8dLgbsugKenKj9kTquV1emflK7_gV9g