Sejumlah Perbedaan TV Analog TV Digital dan TV Parabola




Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mulai April 2022 mengalihkan siaran TV Analog ke TV Digital guna memperbaiki siaran TV sehingga lebih tampak jernih dan nyaman dipandang. Namun hingga sekarang masih banyak masyarkat yang keliru dengan TV Analog, TV Digital, dan TV Parabola. Oleh karena itu mari simak perbedaan ketiga siaran tersebut.

1. TV Analog

TV Analog hanya bisa menerima sinyal antena UHF sehingga mudah mengalami gangguan, noise, hingga distorsi. Kemampuan menangkap sinyal TV Analog pun sangat bergantung pada jarak dengan stasiun pemancar TV. Hal tersebut membuat semakin jauh jarak pemancar atau manara TV maka antena akan semakin sulit menangkap sinyal penyiaran. 

Selanjutnya TV Analog identik dengan bentuk yang besar atau sering disebut sebagai TV tabung dan membutuhkan Set Top BOX untuk bisa menerima siaran digital.  Selain itu fitur TV analog tidak mempunyai fitur canggih.  


2. TV Digital 

Perangkat pada TV Digital sudah dilengkapi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial generasi kedua) yang berfungsi menangkap sinyal TV Digital sehingga tidak perlu antena. Cara kerja siaran TV Digital yaitu TV Digital akan memancarkan gelombang elektromagnetik termodulasi sesuai frekuensi tertentu, gelombang tersebut diterima dan diproses receiver untuk ditampilkan ke layar TV.

Selanjutnya TV digital sangat memungkinkan menyediakan jumlah channel yang lebih banyak dengan kualitas siaran disebut-sebut lebih baik dari pada TV Analog meski di lokasi lemah sinyal. 

Namun kekuatan sinyal TV Digital tergantung pada wilayah karena tidak semua tempat bisa menangkap sinyal kuat sehingga sebelum menggunakanya  harus diperiksa status sinyal lokasi lewat aplikasi 'Sinyal TV Digital.'


3. TV Parabola

TV Parabola atau satelit tidak memiliki perangkat seperti TV Digital sehingga masih perlu memasang Set Top Box (STB) DVB-T2 supaya mampu menangkap siaran dari TV digital. TV Parabola menempatkan satelit penerima TV dari parabola dan receiver digital untuk menangkap siaran yang selanjutnya ditampilkan ke layar TV.

TV Parabola pada  umumnya memiliki banyak memiliki channel tapi beberapa ada yang tidak mendukung karena faktor sinyal cukup memengaruhi. Sehingga jika sinyal channnelnya bagus maka gambar yang dihasilkan akan jernih sedangkan jika lemah maka tidak akan menampilkan gambar bahkan gambar yang ditampilkan rusak dengan suara putus-putus.

Sinyal TV Parabola sangat dipengaruhi oleh cuaca dan tempat parabola dipasang. Apabila tertutup pohon, kena angin kencang, atau bahkan hujan maka akan berpengaruh pada kualitas siaran. Bahkan antena TV Parabola harus dipasang dengan pas jika sedikit bergeser maka akan berpengaruh pada kualitas gambar. Sinyal TV Parabola umumnya relatif kuat karena dapat menjangkau lebih luas pemancar yang ini karena menggunakan satelit.

Sederhananya TV Analog dan TV Digital menggunakan pemancar berupa manara untuk mengirimkan gelombang yang dapat ditangkap oleh antena TV lalu diubah oleh receiver agar gambar dapat ditampilkan di TV. Namun gelombang sinyal TV Digital lebih baik dari pada TV Analog sehingga jika sebelumnya gambar yang dihasilkan TV Analog bersemut namun dengan TV Digital lebih jernih dan nyaman ditonton. Sedangkan TV Parabola menggunakan satelit sebagai pemancar lalu gelombang radionya diubah oleh recever agar gambar dapat ditonton di TV.