Menyisir Pesona Pantai Arga Permai






     Deretan perahu nelayan tersusun rapi di Pantai Arga saat mentari belum menua. Mereka menunggu mengarungi gelombang untuk mencari ikan guna mengisi pundi-pundi sang pemilik. Di sisi lain, angin meliuk-liukkan pohon cemara membawa hawa sejuk ke bawah batang.

     Sesekali ternak melenguh di padang rumput mini yang lokasinya bersebelahan dengan danau luapan air muara Sungai Batang Gasan. Di bawah cemara dekat danau itu seorang pemuda duduk menikmati kesejukkan sambil menyeleksi hasil jepretan yang baru saja diambil.


    Keelokan pantai tersebut belum terasa sempurna bila wisatawan tidak menjamahnya dengan berjalan kaki di pasir putih dan jalan setapak yang ditumbuhi bunga-bunga mekar alami di bawah deretan cemara. Tidak heran pantai ini menjadi pilihan lokasi foto "pre-wedding" atau sebelum nikah dua insan yang sedang berbahagia.


   Pantai Arga Permai berasal dari kata "aru" yang berarti eru atau cemara dan "Gasan" yang merupakan nama nagari lokasi objek wisata itu berada, sedangkan "permai" berarti indah. Pantai tersebut terletak dekat perbatasan Kabupaten Padang Pariaman dengan Agam, tepatnya di Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan. Lokasinya berjarak sekitar 54 kilometer dari pusat pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung atau 31 kilometer dari Kota Pariaman.


  Objek wisata ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang menginginkan ketenangan, kekeluargaan, dan mendapatkan foto alam dekat pantai. Apalagi dengan lokasinya dekat dengan jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Sumatera Utara sehingga dapat menjadi lokasi melepas penat bagi pengendara.


   Melirik dari sejarahnya, objek wisata itu sudah mulai dikembangkan Pemerintah Daerah Padang Pariaman sekitar 1970-an, namun sekitar 1980-an objek wisata itu mati suri karena tidak adanya pengelolaan. Meskipun sempat mati suri, namun pesonanya tidak hilang. Buktinya, sejumlah wisatawan masih berkunjung ke pantai tersebut untuk melepas penat dan mengabadikan diri melalui foto serta video. Hal tersebut diketahui setelah wisatawan mengunggah fotonya ke media sosial sehingga tenar di lingkungan warganet.


    Akibat mati suri tersebut maka Pantai Arga Permai tidak dikenal oleh wisatawan sehingga "caption" atau tulisan yang menyertai foto ketika diunggah ke media sosial berbeda-beda, meskipun itu untuk menunjukkan lokasi. Salah satu nama atau lokasi yang ditulis wisatawan sebagai keterangan foto yaitu Pantai Putih Panjang Gasan Gadang.


   Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Arga Permai, Epo Yuliadi (28) mengatakan pantai tersebut sering dimanfaatkan wisatawan untuk berkemah di padang rumput dan foto "pre-wedding" di bunga di bawah cemara.


    "Wisatawannya berasal dari sejumlah daerah, contohnya saja dari Bukittinggi," katanya.


    Selain digunakan untuk berkemah, pantai tersebut juga dimanfaatkan wisatawan untuk selancar atau "surfing" di muara. Pihaknya pun berencana belajar berselancar agar nantinya bisa membuat paket wisata untuk ditawarkan kepada wisatawan.








Pengembangan Potensi Pantai

   Melihat dari potensi yang dimiliki pantai tersebut, mulai tahun ini Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mulai menatanya dengan mempersiapkan konsep berbeda dari sejumlah objek wisata lainnya di daerah itu.

   Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman, Jon Kenedi mengungkapkan konsep pengembangan Pantai Arga Permai yaitu "sport tourism" atau wisata olahraga. Alasan dipilihnya konsep tersebut karena ombak Pantai Arga berpotensi untuk selancar bagi pemula dan alamnya cocok untuk wisata keluarga.

    Salah satu pengembangan di objek wisata itu yaitu dengan membuat pedestrian di sepanjang pantai agar wisatawan dapat bersepeda sambil menikmati keindahan alam Pantai Arga.

   Tidak tagung-tagung, anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan pantai tersebut mencapai Rp25 miliar. Dengan anggaran yang besar tersebut maka pengembangannya harus dilakukan dengan cara bertahap.

    "Tahun ini kita bangun pergola dan toilet dulu. Tahun depan kita bangun pedistrian," ujarnya.

   Anggaran untuk pembangunan pergola dan toilet tersebut mencapai Rp350 juta yang dananya berasal dari dana alokasi khusus.
  Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparpora Padang Pariaman, Wiwiek Herawati mengatakan pengembangan Pantai Arga akan cepat selesai bila dibantu melalui dana desa dari pemerintah nagari.

   "Dana desa kan besar, apabila pemerintah nagarinya fokus pengembangan untuk wisata maka warga di sana akan cepat merasakan dampak ekonominya," ujar dia.

   Wiwiek menilai sejauh ini kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pantai Arga Permai aktif dalam menjaga kebersihan dan keamanan objek wisata tersebut. Hal tersebut tentu dapat meyakinkan pemerintah untuk pengembangan objek wisata itu.

    Pembina Pokdarwis Panta Arga Permai, Surya mengatakan untuk mendukung kawasan tersebut sebagai objek wisata pihaknya telah mempersiapkan kegiatan berupa festival masakan olahan yang berasal dari ikan segar. Festival tersebut akan mejadi karakter tersendiri yang dimiliki objek wisata itu dan dapat menjadi ajang promosi wisata.

   Selain itu pihaknya sedang mengusulkan kepada pemerintah nagari untuk membuat desa wisata nelayan yang dananya berasal dari dana desa.

    "Menurut perhitungan kami dana untuk membuat desa wisata nelayan tersebut tidak terlalu besar," kata dia.

   Walinagari Gasan Gadang, Nurmantias mengatakan untuk mengusulkan pembuatan desa wisata nelayan melalui dana desa harus dibahas melalui musyarawarah perencanaan pembangunan (musrembang).

    "Namun hingga saat ini belum ada pembahasan pada musrembang tentang itu," tambahnya.

    Sekretaris Pokdarwis, Hendra Patriot (27) mengatakan pihaknya saat ini sedang mengupayakan agar mahasiswa baru di kampusnya melaksanakan kemah bakti di objek wisata itu. Pada kemah bakti yang dilakukan tersebut berupa penanaman pohon sehingga dapat menambah kesejukkan di objek wisata itu.

   "Dengan banyaknya mahasiswa yang datang maka dapat membantu mempromosikan Pantai Arga Permai," tutupnya.