Menjemput Senja Mountain View Bukik Siriah

            

     Sekumpulan awan membentuk seirama angin di atas langit Sungai Geringging, Padang Pariaman, Sumatra Barat. Mereka memantulkan bias cahaya senja yang kemerah-merahan sebelum matahari menghilang di bawah garis cakrawala sebelah barat Pulau Sumatra.

     Di kaki bukit ini, puluhan orang masih memakukan pandangan pada alam yang dihadiahkan sang pencipta kepada bumi Padang Pariaman. Ada yang sambil menyeruput kopi panas dan ada pula menaiki pondok yang sengaja dibuat warga setempat untuk mengabadikan keelokan alam.

      Adalah objek wisata alam Bukit Siriah Mountain View. Destinasi ini berada di kaki Bukik Siriah dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di Korong Lambeh, Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.

     Berjarak sekitar 55 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman atau 32 kilometer dari Kota Pariaman. Untuk mencapai objek wisata itu wisatawan dapat menempuh perjalanan selama satu jam dari Kota Pariaman menuju Lubuk Basung, Agam. Setiba Pasar Sungai Limau, wisatawan akan diarahkan ke Sungai Geringging oleh petunjukan arah di persimpangan usai pasar tersebut.

     Tidak perlu khawatir akan tersesat menuju lokasi, karena kelompok sadar wisatanya telah mendaftarkan Bukik Siriah Mountain View di Goggle Map sehingga mempermudah wisatawan menuju lokasi.

     Setiba di objek wisata, wisatawan akan dihadiahi keramahan warga karena sebagian besar telah sadar wisata. Keramahan itulah sebagai salah satu pendukung untuk menjadikan daerah itu ditunjuk oleh pemerintah setempat sebagai desa wisata.

     Setiba di gerbang, wisatawan disuguhkan dengan susunan anak tangga yang dinamakan "Jenjang Saribu" dan memiliki makna seribu keindahan yang dimiliki Bukit Siriah Mountain View. Di setiap susunan anak tangga memiliki daya tarik untuk swafoto dan mengabadikan kebersamaan sahabat.

     Untuk menikmati seribu keindahan tersebut, wisatawan dapat mengunjungi objek wisata itu mulai pagi hari. Dari sana wisatawan dapat menyaksikan hamparan sawah, hutan, laut, dan sejumlah pulau dari ketinggian. Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat melakukan perjalanan ke puncak bukit untuk melihat pohon jomblo.

     Perjalanan pun bisa berlanjut ke Danau Maninjau yang tentunya ditemani pemandu wisata asli warga daerah itu. Kemampuan mereka dalam memandu pun telah diakui oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga serta organisasi Himpunan Pramuwisata Indonesia setempat.

     Dalam perjalanan selama empat jam menuju Danau Maninjau, wisatawan akan disuguhkan dengan sejumlah hal-hal menarik di antaranya hutan pinus, lubang peninggalan perperangan pemerintahan Republik Indonesia, dan Kayu "basisiak" atau bersisik.

     Namun tidak perlu khawatir kemalaman tiba di Lambeh, karena nagari tersebut telah ditetapkan sebagai desa wisata sehingga sejumlah rumah di daerah itu telah menyediakan kamar untuk wisatawan agar bisa bermalam di sana. Dan tak perlu cagung saat malam tiba, karena di malam hari wisatawan dapat menyaksikan sejumlah pemuda berlatih silat serta ada yang sedang melukis.

     Keesokannya, wisatawan bisa mendatangi sejumlah air terjun yang kondisinya masih asri. Apalagi air terjun yang dikunjungi yaitu tingkat pertama dan kedua. Kembali dari air terjun, wisatawan dapat menikmati senja dari kaki Bukik Siriah.

     Dari rangkaian kunjungan ke sejumlah destinasi menarik tersebut, ditutup dengan pemandangan mentari senja Bukik Siriah Mountain View. Tentunya sedikit ditemani asap pembakaran aktivitas warga. Namun hal menambah keartistikkan pemandangan alam. Hal itu menambah keindahan swafoto di lokasi itu, apalagi bagi pemburu siluet senja.


     Tidak perlu susah untuk mencari lokasi swafoto, karena warga daerah itu telah membuat pondok yang representatif untuk mengabadikan keberadaan wisatawan di daerah itu. Tinggal mencari engle yang tepat agar foto yang dihasilkan memancing keingintahuan para sahabat media sosial tentang keberadaan lokasi Bukit Siriah Mountain View.